Perut, bukan Otak
Emang susah ya, majuin ekonomi indonesia..
Pemimpin yang dicari, adalah pemimpin yang bisa isi perut, bukannya isi otak. Yang di subsidi, minyak goreng. Harusnya pendidikan ama kesehatan itu nomor 1, kalo bisa gratisin sekalian. Coba liat negara-negara maju. Mau sekolah, ya tinggal masuk. Kalo ada yang sakit, masuk RS langsung ditolong, biaya sih gampang. Nah, kita? Udah sekarat, masuk RS, malah dimintain biaya. Beginilah, begitulah. Udah keburu mati .
Terus, dimana-mana perusahaan luar. Liat aja supermarket-supermarket. Bandingin sama pasar tradisional yang becek, bau, penuh copet. Supermarket luar, jauh.. Bersih, wangi, aman. Padahal harga ngga jauh beda. Ya iyyya llah, gimana mau maju ekonomi Indonesia kita ini. Coba kalo pengusaha lebih mikirin konsumen, dan konsumen mikirin kepentingan semua di negeri ini.
Memprihatinkan.
Tau menara petronas di Malaysia? Kata guruku, itu bukan buatan Malaysia. Itu buatan kita. Malaysia hanya menyediakan uang. Yang mengerjakan, mulai dari tukang tembok, sampai arsiteknya pun orang Indonesia.
Sebenarnya, kita kaya. Cuma, kita belum cerdas. Jadi yaa, kekayaan itu terbuang tanpa manfaat yang maksimal. Kita lebih memikirkan perut, daripada otak. Padahal, kalau otak kita terisi, perut pun tidak akan kosong.
Udah dulu, ulasan kali ini. Maafin kalo ada kesalahan.
Semoga bermanfaat !!